Parameter Oseanografi
Oseanografi adalah ilmu yang mempelajari
tentang perairan laut, Kata oseanografi merupakan gabungan dari dua kata
yunani, oceanus (samudera) dan graphos (uraian/deskripsi) sehingga
oseanografi mempunyai arti deskripsi tentang samudera yang mencakup pengetahuan
tentang faktor biotik dan abiotik serta interaksi yang terjadi diantaranya.
Perairan laut adalah suatu badan air yang berhubungan dengan lautan. Untuk
mengetahui apakah terdapat suatu keseimbangan antara faktor biologi, fisika dan
kimia suatu perairan serta kondisi fisik alam dalam perairan diperlukan
pengetahuan tentang ukuran faktor-faktor tersebut secara kualitatif dan
kuantitatif.
Wilayah pesisir merupakan
wilayah yang sangat rentan terhadap tekanan lingkungan yang baik yang berasal
dari daratan maupun dari laut. Salah satu tekanan yang akhir-akhir ini
mengancam keberlangsungan wiayah pesisir di seluruh belahan dunia adalah adanya
kenaikan muka air laut. Selain itu juga kandungan yang seharusnya banyak dan melimpah di lautan
sekarang sedikit demi sedikit hilang akibat pencemaran.
Pencemaran,
kejernihan dan keaslian air laut untuk
sekarang ini harap di pertanyakan, dapat dilihat dari hasil tangkapan nelayan
yang tidak optimal dalam mendapatkan ikan. Untuk mengetahui kadar
pencemaran yang terjadi maka dapat kita
tinjau dari perameter fisika, parameter
kimia dan parameter biologi. Parameter
fisika antara lain salinitas, suhu, kecerahan, kecepatan arus, pasang surut dan
kedalaman, parameter kimia antara lain derajat keasaman (pH), oksigen terlarut,
kandungan nitrat dan fosfat, sedangkan parameter biologi antara lain plankton dan ikan.
Pengukuran
Oseanografi secara umum terbagi menjadi empat parameter, yaitu:
A.
Oseanografi
Fisika
1.
Gelombang: Pengukuran tinggi, periode dan arah gelombang dilakukan dengan
menggunakan tiang skala, stopwatch, kompas dan alat tulis menulis. Pengukuran
tinggi gelombang dilakukan dengan cara membaca pergerakan naik (puncak) dan
turun (lembah) permukaan air laut pada tiang berskala yang ditancapkan di
mintakat sebelum gelombang pecah sebanyak 31 pengulangan. Dari perbedaan
pembacaan puncak dan lembah gelombang yang terukur, maka serangkaian tinggi
gelombang dapat dihitung. Pengukuran perioda gelombang dilakukan dengan
menggunakan stopwatch dengan cara menghitung banyaknya waktu yang diperlukan
pada posisi puncak dan lembah gelombang bagi sejumlah gelombang datang. Arah
datang gelombang di ukur dengan menggunakan kompas.
Analisis Data
Untuk
menghitung tinggi dan periode gelombang dengan menggunakan persamaan :
·
Tinggi
Gelombang (H) = puncak – lembah
·
Tinggi gelombang signifikan : 
·
Tinggi gelombang rata-rata : 
·
Periode gelombang
signifikan :
·
Panjang gelombang : L =
1,56 x T 2
·
Sudut
datang gelombang :
(dimana θ=arah datang gelombang αp=sudut pantai)
·
Energi
gelombang : 
2.
Pasang Surut
Dalam pengambilan data pasang surut di lakukan beberapa hal yakni :
·
Menempatkan
(pemasangan) rambu pasut pada tempat yang aman, mudah dibaca dan tidak
bergerak-gerak akibat arus atau gelombang. Pemasangan nol rambu terletak di
bawah permukaan laut pada saat air rendah saat surut besar dan bacaan skala
masih terbaca pada saat terjadi air tinggi saat pasang besar.
·
Metode
pengamatannya dilakukan dengan pembacaan secara langsung dan dicatat secara
kontinyu setiap 30 menit selama 3 x 24 jam.
3.
Arus: Kecepatan arus diukur dengan
menggunakan drague drifter pada
daerah gelombang pecah, dengan terlebih dahulu menentukan arah arus dengan
menggunakan kompas, yakni menentukan posisi titik awal drague drifter ketika dilepas sampai jarak terakhirnya.
Analisis Data
Untuk
menghitung kecepatan arus dengan menggunakan persamaan :
v
= Kecepatan arus (meter/detik)
s = Jarak (meter)
t = Waktu tempuh (detik)
B.
Oseanografi
Kimia
Parameter kimia merupakan
parameter pengukuran terhadap kualitas air pada lokasi yang hendak diteliti atau
sudah ditentukan, adapun beberapa hal yang diteliti pada parameter kimia adalah
sebagai berikut:
a. Menentukan
lokasi pengambilan sampel berdasarkan karakteristik wilayah dan catat posisi
sampel dengan GPS.
b. Pengukuran
suhu dilakukan dengan menggunakan termometer batang dengan cara mencelupkan
termometer batang tersebut kedalam air selama beberapa menit/detik.
c. Kecerahan
dengan menggunakan sechi disk dengan cara memasukkan kedalam kolom perairan,
amati berapa jarak batas sampai alat tidak terlihat lagi.
d. Kekeruhan/turbidity
menggunakan water quality checker.
e. Pengukuran
salinitas di permukaan dilakukan dengan handrefractometer.
Sebelum melakukan pembacaan terlebih dahulu alat tersebut dikalibrasi dengan aquades.
f. pH
dan DO menggunakan water quality checker.
Ambil sampel air dan masukkan ke dalam botol sampel selanjutnya akan dianalisis
di laboratorium.
C.
Oseanografi
Biologi
Parameter biologi
merupakan parameter penentuan terhadap organisme yang ada di sekitar wilayah
laut, adapun prosedur kerja pengukuran atau data yang diambil pada parameter ini adalah
sebagai berikut:
a. Menentukan
lokasi pengambilan sampel berdasarkan karakteristik wilayah dan catat posisi
sampel dengan GPS.
b. Transek
1 x 100 m dengan kisi-kisi tiap 25 cm diletakkan pada setiap stasiun, dengan
arah keluar pantai (tegak lurus dengan pantai) dengan mengambil keterwakilan
bagian dalam, tengah dan terluar dari pantai tersebut. Amati jenis dan biota
yang anda dapatkan dalam setiap kisi-kisi.
c.
Ambil beberapa contoh sampel organisme bentik dan nekton yang anda temukan
lalu masukkan ke dalam kantung sampel. Untuk organisme yang tidak dapat
diambil, gambar dan identifikasi jenis dan tempat hidupnya (habitatnya).
d.
Identifikasi
jenis, zonasi mangrove dan biota yang berasosiasi di lokasi praktik anda.
Analisis Data
1.
Komposisi jenis
Untuk menentukan komposisi jenis dilakukan
dengan menghitung persentase dari setiap jenis yang didapatkan pada setiap
stasiun yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
P = (ni / N )
100%
Dimana : P = Persentase setiap jenis
ni = Jumlah
individu spesies i
N = Jumlah individu
seluruh spesies
2. Indeks Dominansi
Menurut Simpson
indeks dominansi dihitung dengan menggunakan rumus :
C = å ( ni / N)2
Dimana : C = Indeks Dominansi Simpson
ni = Jumlah individu tiap spesies
N = Jumlah individu seluruh spesies
3. Indeks Keanekaragaman
H’ = - å (ni / N) ln (ni / N)
Dimana : H’ = Indeks
Keanekaragaman
ni = Jumlah
individu setiap spesies
N = Jumlah individu seluruh spesies
D.
Oseanografi
Geologi
Hasil atau data yang
diambil pada parameter geologi pada umumnya berhubungan dengan wilayah pantai. Baik
itu kelerengan pantai, substrat tanah maupun morfologi pesisir. Dengan prosedur
pengerjaan pengambilan suatu hasil adalah sebagai berikut:
1.
Galilah lubang
di daerah batas air laut dan darat sebesar 1 x 1 meter dan gambar serta
identifikasi jenis sedimennya, jika memungkinkan dokumentasikan lubang galian anda.
2.
Perhatikan dan
amatilah bentuk morfologi pantai di lokasi studi
Pasang meteran rol (tiap 5 meter) sampai menegang
(perhatikan dari meteran awal sampai akhir harus sejajar) dari batas tinggi air
maksimum pada garis pantai ke arah darat dan ukur beda tingginya dengan
menggunakan tiang berskala. Lakukan hal yang sama ke arah laut.
3.
Pasang meteran
rol (tiap 5 meter) sampai menegang (perhatikan dari meteran awal sampai akhir
harus sejajar) dari batas tinggi air maksimum pada garis pantai ke arah darat
dan ukur beda tingginya dengan menggunakan tiang berskala. Lakukan hal yang
sama ke arah laut.
Komentar
Posting Komentar